Tak Disangka, Ternyata Ada 7 Fakta Mengejutkan Dalam Pernikahan Kakek 71 Tahun Dan Gadis 25 Tahun, Yang Berujung Perceraian!

Inilah kisah pernikahan mantan wakil wali (wawali) Kota Parepare, A Tajuddin Kammisi (71) yang menikahi gadis yang terpaut usia 46 tahun, Andi Fitriani (25) sempat viral April 2017 kemarin.

Kala itu pernikahan berlangsung di kediaman mempelai wanita di Dusun Tanah Tengah, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/4/2017).

Pernikahan keduanya bahkan sempat viral di media sosial.

Tak hanya karena perbedaan usia yang beda jauh, yakni 45 tahun, tetapi juga mahar atau uang panaik yang diberikan wawali kepada Andi yang bernilai fantastis.

Hampir mendekati ulang tahun pernikahan pertamnya pada 22 April mendatang, ternyata harus menghadapi kenyataan pahit.

Namun belum setahun, pernikahan mereka kini ada di ujung tanduk.

Terbaru, Tajuddin Kammisi ternyata sedang menggugat cerai istrinya itu di Pengadilan Negeri Agama Watampone.

Humas Pengadilan Agama Watampone, Jamaluddin membenarkan adanya gugatan Tajuddin Kammisi.

"Masuknya tanggal 3 Januari 2018 lalu, sekarang proses mediasi kedua pihak, gagal mediasi diteruskan perceraian," kata Jamaluddin ditemui di Kantor Pengadilan Agama Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone, Senin (19/3/2018).

Namun saat ini masih dalam tahapan mediasi.

Inilah 7 Fakta Pernikahan Viral Ini : 


1. Mahar Yang Bernilai Fantantis

Sekadar informasi, Tajuddin Kammisi melamar gadis muda itu dengan uang panai Rp 150 juta ditambah 200 gram emas.

Tak hanya itu, Tajuddin juga memberikan mahar mobil merek Honda Civic Turbo seharga Rp 491 juta dan rumah type 45 di Makassar senilai Rp 700 juta.

"Pak Tajuddin bersama Andi Fitri yang datang ke Kantor langsung sekitar satu bulan yang lalu, membeli mobil Honda Civic Turbo seharga Rp 491 juta secara cash," kata Dian, Sales Marketing Honda Makassar Indah Bone kepada TribunBone.com, Minggu (23/4/2017).

"Jika ditotal semua pemberian mempelai pria bisa jadi sampai Rp 1, 4 miliar atau lebih," kata Kepala Desa Liliriawang yang akrab disapa Cunding.

Video yang diperoleh TribunBone.com, Sabtu (30/4/207), mobil mewah yang menjadi perbincangan itu langsung dipakai di hari pernikahan mereka beberapa hari yang lalu.

2. Mahar tersebut kemauan dari Tajuddin

"Emasnya 100 gram bukan 200 gram tetapi saya tambah lagi 2, 7 gram menjadi 102,7 gram itu yang benar, itu murni semua dari kemauan saya," kata Tajuddin kepada TribunBone.com, Sabtu (29/4/2017).

Mantan Sekda Pinrang itu menuturkan, awalnya uang panai yang diminta keluarga istrinya hanya Rp 50 juta.

"Uang belanja itu awalnya Rp 50 juta, tetapi saya tambahkan Rp 100 juta kan mau tongi kasian kumpul-kumpul semua bareng keluarganya, belanja, supaya semua lancar," kata Tajuddin di rumah kayu milik keluarganya itu.

3. Sang Istri, Andi, merupakan keturunan bangsawan Bone

Andi Fitri bukan gadis sembarang di Desa itu.

Ia merupakan gadis keturunan bangsawan Bone, putri Andi Tansi dan Hj Andi Nadi.

"Andi Fitri memang keturunan bangsawan di sini, usianya 25 tahun," tutur Cunding.

4. Sang Istri masih berstatus mahasiswi

Andi Fitri (25), gadis bangsawan Bone yang dipersunting mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Parepare, Tajuddin Kammisi, merupakan mahasiswi jurusan ekonomi di Universitas Bosowa.

Gadis asal Dusun Tanah Tengah, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Bone, itu menunggu jadwal wisudanya di universitas tersebut.

"Baru-baru selesai, ia jurusan ekonomi," tutur Kades Liliriawang yang akrab disapa Cunding.

5. Tajuddin menikah dengan Andi setahun setelah kematian istrinya

Wakil Wali Kota Parepare 2003-2008 yang mendampingi Almarhum Muh Zain Katoe ini, menikah selang setahun pasca istrinya, Andi Kusriani meninggal.

"Istrinya meninggal sekitar satu tahun lalu,"jelas Mantan pasangan Tajuddin Kammisi, Abdul Rahman Saleh saat maju di Pilkada Parepare 2008 yang lalu.

6. Masih punya hubungan keluarga

"Mereka masih memiliki hubungan keluarga, namun keluarga yang jauh," kata Kades Liliriawang, Cunding, kepada tribunbone.com, Senin (24/4/2017).

7. Dugaan adanya orang ketiga atau pebinor

Hadirnya orang ketiga itu tertuang jelas dalam isi gugatan pemohon.

"Termohon telah menjalin hubungan/pacaran dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal sebelumnya," demikian isi gugatan termohon sebagaimana dilayangkan ke Pengadilan Agama Watampone sejak 3 Januari 2018 lalu.

Dalam gugatan tersebut, juga diungkapkan A Fitriani kerap menghabiskan waktu jalan-jalan bersama pria lain

"Bahwa hubungan termohon dengan pacarnya itu sedemikian jauh, pergi berdua-duaan pada tempat-tempat hiburan dan menginap di hotel di Makassar bahkan hingga kota Bali," demikian isi gugatan.

Benarkah pernikahan ini tidak bisa diselamatkan lagi? Semoga semua ada jalan keluarnya

Loading...

Leave a Comment


Loading...