Sudah Gelisah Sejak di Gondangdia, Wanita yang BAB di Gerbong Commuter Line Membungkuk Saat Turun Kereta

Kejadian penumpang yang buang air besar (BAB) di gerbong Commuter Line tujuan Bekasi menjadi perbincangan publik hari ini.

Akun Twitter @catterpink yang pertama kali mengunggah soal kejadian wanita BAB di gerbong Commuter Line tujuan Bekasi.

Menurut @catterpink, kejadian wanita BAB di gerbong Commuter Line tujuan Bekasi ini terjadi pada Kamis (27/9/2018) malam.

Awalnya, @catterpink berniat untuk mengadu pada pihak PT Commuter Line bahwa ada bau tak sedap di gerbong wanita.

"TOLONG @CommuterLine INI ADA YG BAB DI KERETA TRS ORGNYA KABUR.

POSISI KERETA DI JATINEGARA NOMOR KERETA 1428 GERBONG 10.

NI SE GERBONG UDAH GATAHAN SAMA BAUNYA @krlmania" tulisnya.

Cuitan soal wanita BAB di gerbong Commuter Line tujuan Bekasi ini menjadi viral.

@catterpink tak menyangka, bahwa permintaan tolongnya malah membuat heboh.

"Sebelumnya ingin memohon maaf, saya ga ada niatan untuk bikin ini viral. Niat awalnya cuma pengaduan ke pihak krl via twitter agar ada tindak lanjut," tutur @catterpink.

@catterpink menceritakan ulang soal kejadian wanita BAB di gerbong Commuter Line tujuan Bekasi.

Ia mengaku mendapat informasi dari penumpang Commuter Line yang berada di dekat wanita tersebut.

Ia menduga, wanita yang BAB di gerbong Commuter Line ini sedang menderita sakit.

Sehingga, waktu merasa ingin BAB menjadi tak tertahankan lagi.

"Jadi sepertinya korban ini sedang sakit dan mungkin sudah tidak bisa tahan lg.

Sejak dari gondangdia memang sudah gelisah.

Untuk kejadiannya ternyata tidak di bangku namun saat berdiri.

Korban turun di stasiun jatinegara dengan posisi rukuk kaya mau solat," tulis @catterpink.


Akun @catterpink pun meluruskan bahwa ketika korban keluar itu turun di Stasiun Manggarai, bukan Stasiun Jatinegara.

"Sorry di stasiun manggarai maksudnya," tulis @catterpink meluruskan.

Akun @catterpink juga mendoakan agar wanita yang BAB di gerbong commuter line segera sembuh dari sakitnya.

Wah semoga kejadian serupa jangan sampai terulang.

Loading...

Leave a Comment