Seorang Suami Membawa Istri Cantiknya ke Acara Reuni Sekolah, Sahabat Pun Kaget Saat Tahu Sosoknya. Ternyata..

Dua orang pria bernama Kevin dan Billy bersahabat sejak SMA.

Mereka telah menikah masing-masing dengan wanita pujaan hati selama 10 tahun.

Karena jarak keduanya yang jauh, Kevin dan Billy belum pernah bertemu lagi sejak lulus sekolah.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghadiri acara reuni sekolah dan membawa istri masing-masing.

Dilansir dari en.goodtimes.my, Senin (5/2/2018), Kevin terkejut melihat betapa cantiknya istri Billy.

Kevin pun merasa penasaran dengan kecantikan istri Billy.

"Wow, istri kamu sangat cantik" kata Kevin.

"Memang dia sangat cantik bagiku" jawab Billy.

"Kalian nampak seperti pengantin baru. Sudah berapa lama kalian menikah?" tanya Kevin.

Kevin pun menebak jika Billy dan istrinya baru saja menikah.

Pasalnya, Billy dan istrinya menunjukan keromantisan mereka.

Billy dan istrinya bergandengan tangan dan saling menggoda layaknya pasangan yang baru menikah.

"Kami sudah menikah 10 tahun" jawab Billy.

Jawaban Billy tersebut membuat Kevin terkejut.

"Tidak mungkin! Kalian nampak seperti pengantin baru." kata Kevin.

"Saya juga sudah menikah selama 10 tahun, tapi lihatlah istri saya. Dia tidak terlihat seperti dulu. Kamu sangat beruntung memiliki istri yang cantik," kata Kevin.

"Namun paling tidak, istri saya adalah istri dan ibu yang baik. Melihat istri kamu, saya yakin kamu pasti memiliki asisten rumah tangga untuk membantu melakukan pekerjaan rumah" kata Kevin.

Billy pun tertawa mendengar penyataan sahabatnya itu.

"Tidak, kamu salah. Istri saya mungkin terlihat seperti tidak melakukan apapun di rumah, tapi percayalah, dia sangat baik dalam mengatur rumah tangga. Bahkan, putri kami terlihat persis seperti dia." kata Billy.

Kevin terlihat bingung saat mendengar jawaban Billy.

Kevin tidak percaya istri Billy bisa melakukan semua tugas rumah dan merawat penampilannya pada saat bersamaan.

"Tapi mengapa istri saya terlihat sangat berbeda dari istrmu?" tanya Kevin.

"Saya ingat makanan kesukaannya, hobinya dan saya bahkan bisa menebak apa yang ingin dia katakan sebelum dia menyelesaikan kalimatnya," kata Billy.

"Saya memijitnya saat dia lelah. Saya membelikan buah yang dia suka," kata Billy

"Saya tidak pernah lupa mencium keningnya sebelum saya pergi kerja dan saya akan selalu menjemputnya dari pasar jika sedang hujan," lanjut Billy.

"Dia tahu lebih baik mengeluarkan uang untuk keluarganya, sehingga dia jarang membeli pakaian baru, tapi karena saya tahu ukuran tubuhnya, saya selalu membelikan pakaian baru untuk istri saya setiap bulan. Apakah kamu seperti aku? Apa yang telah kamu lakukan terhadap istrimu sejauh ini?" kata Billy.

Wajah Kevin menjadi merah saat dia mendengarkan kata-kata Billy.

Kevin pun tiba-tiba teringat betapa dia hanya memikirkan dirinya sendiri saat sedang bersama istrinya di rumah.

Kevin selalu memarahi istrinya karena kesalahan kecil.

Baru-baru ini, Kevin dan sang istri berkelahi saat ia tahu jika istrinya membeli sweter seharga $ 50 atau sekitar Rp 600 ribu, yang menurutnya mahal dan tidak perlu.

Kevin juga tidak pernah melakukan hal seperti yang dilakukan Billy kepada istrinya

"Kamu tidak perlu menunggu kesempatan istimewa untuk mengatakan betapa Anda mencintai istri Anda," kata Billy.

"Rahasianya adalah istri tidak benar-benar ingin dimanjakan dengan berlian dan bunga. Yang mereka inginkan adalah ketulusan dan cinta," kata Billy pada Kevin.

"Istri kita adalah ibu rumah tangga tapi tidak berarti kita bisa membiarkannya melakukan semua pekerjaan rumah." kata Billy.

"Pernikahan bukanlah komitmen satu arah. Tak heran istri Anda terlihat kelelahan," tambah Billy.

Billy berharap agar Kevin menyadari betapa istrinya telah berkorban untuk keluarga mereka.

Kata-kata Billy pun menyentuh hati Kevin.

Kevin belum pernah mencoba melihat dari sudut pandang istrinya.

Selama ini, dia hanya menginginkan istrinya untuk melayani dirinya dan keluarga mereka.

Kevin menyadari bahwa sudah saatnya baginya untuk berubah dan menjadi suami yang baik untuk istrinya seperti Billy.

Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua.

Loading...

Leave a Comment