Sekian pekan berlalu, akhirnya, KNKT ungkap hasil investigasi terkait jatuhnya pesawat Lion AirJT610

Pesawat Lion Air JT60 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh pada Senin (29/10/2018). Pesawat yang membawa 189 orang itu jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin pagi. Sebelum ditemukan jatuh, pesawat sempat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB. Pesawat yang diterbangkan oleh pilot Captain Bhavye Suneja tersebut sebelum hilang kontak sempat meminta return to base.

Loading...

Dari data manifest diketahui bahwa dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang. 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi serta 8 orang kru pesawat termasuk pilot dan Flight Attendant.

Setelah dilakukan pencarian beberapa hari, keluarga korban pun melakukan tabur bunga di lokasi yang menjadi tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Selasa (6/11/18) lalu. Bukan hanya tabur bunga, tapi mereka juga melakukan doa bersama. Ketika sampai di lokasi jatuhnya pesawat JT610, keluarga korban pun terlihat tak mampu menahan emosinya.

Suasana haru dan isak tangis terlihat diantara keluarga korban. Sebagian dari mereka pun tampak terlihat berpelukan untuk saling menguatkan. Sambil mengadahkan kedua tangan dan air mata yang terus menetes, doa pun dipanjatkan dan dipimpin oleh masing-masing pemuka agama. Suasana khusuk pun begitu terasa di atas KRI Banda Aceh saat doa mulai dipanjatkan.

Dari 189 orang yang berada dalam pesawat tersebut dan menjadi korban ketika pesawat JT610 itu jatuh di perairan Teluk Karawang, sebanyak 107 jenazah sudah berhasil diidentifikasi. Hingga Rabu (21/11/2018), total masih ada 82 jenazah yang belum bisa diidentifikasi dan diketahui identitasnya.

Dari ke 107 jenazah itu, beberapa jenazah awak kabin juga sudah berhasil diidentifikasi. Jenazah mereka pun sudah diserahkan kepada keluarga. Dan mereka juga sudah dimakamkan.

Dan pada Rabu (28/11/18) kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil investigasinya terkait pesawat Lion AirC/S PK-LQP Flight JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh pada 19 Oktober 2018 lalu. Dalam kesempatan itu tim KNKT menjelaskan fakta-fakta yang terjadi sebelum pesawat jatuh.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nur Cahyo Utomo mengungkapkan laporan mengenai fakta-fakta yang sudah terkumpul yang merupakan hasil dari investigasi atas Black Box Flight Data Recorder (FDR).

Dalam FRD pesawat JT610 tersebut terungkap ada perbedaan Angle of Attack (AoA) pada bagian kiri pesawat dengan yang bagian kanan.

"Artinya yang kiri lebih tinggi 20 derajat dari yang yang kanan. Perbedaan ini terjadi sampai FDR merekam data," katanya.

Lebih lanjut Nur Cahyo mengatakan bahwa saat penerbangan, copilot sempat bertanya kepada Air traffic controller (ATC) mengenai ketinggian pesawat yang ada di radar. Saat itu copilot mendapat jawaban bahwa ketinggiannya berada di 900 kaki. Dan setelah mendengar jawaban dari ATC, pilot kemudian berusaha untuk menyamakan kecepatan. Sebelum jatuh, diketahui bahwa ternyata pesawat sempat mengalami naik turun beberapa saat.

"Pilot sampaikan merekam mengalami masalah dengan kendali. Setelah flap di sayap dinaikan, FDR merekam adanya pergerakan secara otomatis menuju ke bawah atau aircraft nose down. Terekam juga pergerakan aircraft nose up," ujarnya.

Nur Cahyo juga mengatakan bahwa sang pilot yakni Captain Bhavye sempat menyampaikan kepada ATC bahwa ketinggian pesawat yang dikemudikannya sudah tak bisa lagi dipertahankan. Hal itu karena instrumen dalam paesawat sudah menunjukkan angka yang berbeda-beda.

Captain Bhavye kemudian meminta pihak ATC untuk menutup ketinggian setinggi 3000 kaki di atas dan 3000 kaki di bawah pesawat. Hal itu ditujukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya tabrakan dengan pesawat lain di udara. Dan dari hasil investigasi yang dilakukan KNKT juga terungkap bahwa sejak tanggal 26 Oktober pesawat sudah mengalami 6 masalah.

"Kemudian dari data perawatan pesawat sejak tanggal 26 Oktober tercatat ada 6 masalah. Ini yang tercatat di buku perawatan pesawat," ucapnya.

Sumber : planet merdeka

Loading...

Leave a Comment