Pungut Dompet di Jalan, Pria ini Temukan Sepucuk Surat Tua Berusia 60 Tahun, Isinya Sungguh Mengejutkan!

Kisah mengharukan ini datang dari seorang pria yang tak diketahui identitasnya. Dirinya membagikan kisahnya saat menemukan sebuah dompet yang jatuh di jalan.

Pria itu mengambil dompet tersebut dan melihat isinya untuk mencari tahu mengetahui identitas si pemilik.

Namun, saat melihat isi dompet, dirinya hanya menemukan uang sejumlah 3 dolar (Rp 40 ribu), dan sepucuk surat.

Surat itu terlihat sudah begitu usang, sedikit sobek dan terlihat sudah cukup lama berada di dompet itu.

Ketika dia membacanya, dia begitu terkejut lantaran ternyata surat itu sudah ditulis hampir 60 tahun yang lalu.

Surat tersebut begitu indah dan menyentuh untuk Michael dari kekasihnya bernama Hannah. Dalam surat itu tertulis salam perpisahan Hannah untuk Michael.

Ternyata Hannah tak bisa lagi bertemu Michael karena ibunya melarang mereka untuk bertemu.

"Aku akan selalu mencintaimu, Hannah," akhir tulisan dari surat itu.
Pria itu akhirnya mencoba mencari informasi dengan bertanya operator telepon mengenai seseorang yang tinggal di alamat yang terletak di surat itu.

Dia akhirnya dihubungi pemilik rumah yang tertera di alamat itu.
Namun, dia bukan pemilik asli lantaran telah membeli rumah itu 30 tahun dari seorang pemilik yang memiliki anak bernama Hannah.

Singkat cerita, kini Hannah diketahui tinggal di sebuah panti jompo.

Awalnya, pria itu sedikit ragu lantaran hanya demi uang 3 dolar dan surat berusia 60 tahun, dirinya harus melewati banyak hal.
Namun, dia akhirnya bertekad tetap menemui Hannah dengan mengunjunginya di panti jompo.

Seorang perawat mengantarnya ke kamar Hannah yang berada di lantai 3. Saat bertemu Hannah, dia menceritakan tentang dompet dan surat yang berada di dalamnya.

"Aku sangat mencintainya," kata Hannah pada pria itu.
"Tapi, aku baru 16 tahun dan ibuku merasa aku masih terlalu muda. Surat ini adalah komunikasi terakhirku dengan Michael," ceritanya.
"Michael Goldstein adalah orang yang luar biasa," lanjut Hannah.

Dia meminta pria itu untuk menyampaikan pesannya bila bertemu dengan Michael.

"Jika kamu menemukannya, katakan padanya, aku sering memikirkannya. Dia sangat tampan," ucap Hannah sambil terdiam sejenak.

"Dan beritahu dia bahwa aku masih mencintainya," ucapnya.
Hannah mengucapkannya dengan senyum dan air mata yang mengalir di pipinya.

Ternyata, semenjak putus dengan Michael, dia tidak pernah menikah lantaran baginya tak ada yang bisa menggantikan Michael.
Pria itu kemudian memutuskan untuk pulang, tapi saat keluar seorang sekuriti bertanya padanya.

"Apa Hannah bisa membantumu?" tanyanya.
"Setidaknya aku mengetahui nama lengkapnya," ujar pria itu.
Saat dia putus asa lantaran sudah seharian mencoba mencari pemilik dompet itu, keajaiban seakan datang.

Saat dia mengeluarkan dompet itu, ternyata sekuriti itu mengenal pemilik dompet tersebut.

"Hei, tunggu! Itu dompet Tuan Goldstein, dia sering menghilangkannya," ujar sekuriti itu.
Dia begitu kaget saat mendengar namanya, hingga tangannya bergetar.

Ternyata pemilik dompet itu juga berada di panti jompo yang sama.
Sekuriti itu langsung mengantarkan pria itu ke kamar Goldstein yang berada di lantai 8.

Dompet itu benar milik Goldstein yang dimaksud sekuriti tersebut, dan akhirnya pria itu menyerahkannya.

"Ya, itu! Itu pasti jatuh dari kantong siang tadi. Aku ingin memberikanmu hadiah," ujar Michael Goldstein tampak bahagia.
Pria itu menolak dan memberitahunya bahwa dia telah membaca surat yang ada di dompet itu.

Goldstein langsung tampak sedikit murung saat mendengar mengenai surat itu.

"Tidak hanya membacanya, aku pikir aku tahu di mana Hannah berada," ujar pria itu.

"Hannah? Kamu tahu di mana dia? Bagaimana dia sekarang? Apakah dia masih cantik seperti sedia kala? Tolong, tolong beritahu aku," ucap Goldstein penuh tanya.

"Kamu tahu, anak muda. Aku sangat jatuh cinta dengan gadis itu ketika surat itu datang," ceritanya.

"Hidupku berakhir, aku tidak pernah menikah. Aku pikir, aku selalu mencintainya," tambah Goldstein.

Akhirnya, pria itu mengantarkan Michael Goldstein untuk bertemu dengan Hannah yang selama ini ternyata ada di dekatnya.
Michael dan Hannah akhirnya bertemu, "Hannah, ini Michael," sapanya.

"Michael! Aku tidak percaya ini! Itu kamu, Michaelku," ujar Hannah.
Michael perlahan-lahan menghampiri Hannah dan akhirnya mereka berpelukan.

Pria itu dan seluruh suster yang melihatnya begitu tersentuh hingga mengeluarkan air mata.

Setelah pertemuan itu, 3 minggu kemudian pria itu mendapatkan telepon lagi dari panti jompo tempat Michael dan Hannah tinggal.
Dirinya diminta untuk menhadiri pernikahan Michael dan Hannah.
Pernikahan itu diadakan di panti jompo dengan semua penghuni yang hadir tampak bahagia.

Pria itu sangat bahagia bisa menjadi saksi pernikahan pengantin wanita berusia 76 tahun dan pengantin pria berusia 79 tahun.

Kalau memang sudah jodoh, akhirnya pasti akan bersatu juga.

 

Loading...

Leave a Comment