Normalkah Keputihan Saat Hamil?

Keputihan saat hamil seringkali menjadi hal mengkhawatirkan dan membuat bumil bertanya-tanya tentang hal ini. Sebenarnya, keputihan saat hamil bisa jadi hal yang normal.

Namun keputihan tersebut bisa juga berbahaya dan butuh penanganan medis. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut.

Vagina yang sehat

Vagina adalah jembatan antara luar tubuh dan organ dalam reproduksi perempuan. Keasaman atau pH vagina termasuk normal selama tidak ada infeksi. Kondisi ini dibentuk oleh bakteri baik dalam tubuh secara alami.

Vagina yang sehat menghasilkan bakteri baik untuk membersihkan vagina dan membentuk dirinya kembali. Ini, sama halnya dengan fungsi air liur dalam menjaga kondisi mulut. Karena itu pengeluaran cairan dari vagina, yang dikenal dengan keputihan atau vaginal discharge termasuk hal yang normal.

Keputihan saat hamil dapat dikatakan normal bila…

Semua perempuan mengalami keputihan. Keputihan termasuk normal selama tampak bersih, atau tampak kekuningan jika mengering. Kemungkinan ia disertai dengan flek putih, encer dan berserabut.

Perubahan pada keputihan yang normal bisa disebabkan beberapa hal seperti menstruasi, tekanan emosi, kekurangan nutrisi, kehamilan, penggunaan obat-obatan termasuk pil KB.

Kapan keputihan dikatakan tidak normal?

Keputihan yang tidak normal rentan biasanya disebabkan oleh infeksi pada vagina. Keputihan yang tidak normal bisa dilihat dari perubahan warna dan banyaknya keputihan. Setiap perubahan pada keputihan baik jumlah, warna atau bau adalah gejala infeksi vagina.

Gejala infeksi vagina antara lain keputihan yang disertai rasa gatal, keputihan yang semakin banyak, rasa panas pada kulit saat buang air kecil, putih dan kental, dan keputihan yang berwarna hijau, abu-abu atau kuning dengan bau menyengat.

Tiga jenis keputihan saat hamil yang tidak normal

Secara umum, infeksi vagina akibat keputihan terbagi atas tiga jenis.

Pertama, Bacterial Vaginosis. Meski penyebab pasti infeksi ini belum diketahui, sama halnya dengan infeksi jamur, ada sejumlah bakteri yang berkembang terlalu banyak di vagina. Hal ini rentan terjadi pada mereka yang memiliki pasangan lebih dari satu atau melakukan hubungan secara oral.

Gejalanya: jumlah keputihan yang banyak, berwana abu-abu, encer, berbau amis. Pada beberapa penderita, hanya sebagian gejala ini ditemukan.

Kedua, Trichomoniasis, yakni infeksi yang disebabkan oleh organisme protozoa. Infeksi ini juga disebarkan melalui hubungan seksual. Protozoa ini bisa bertahan 24 jam pada tempat yang lembab seperti handuk basah, atau peralatan mandi lainnya adalah perantara bagi organisme ini untuk berkembang.

Gejalanya: keputihan berbusa atau berbuih, berwarna kuning atau hijau, berbau, jumlahnya banyak, disertai peradangan di vagina, urin semakin banyak dan gatal.

Ketiga, infeksi Monilia.

Normalnya ada sedikit jamur di vagina perempuan. Infeksi Monolia ini terjadi jika jamur terdapat dalam jumlah banyak dan menyebabkan perubahan keseimbangan pH di vagina.

Infeksi ini biasanya bukan karena hubungan seksual.Tapi lebih banyak terjadi akibat stres, menggunakan alat KB oral, penderita diabetes, ibu hamil atau penggunaan antibiotik (karena bakteri baik yang dihasilkan tubuh dirusak oleh antibiotik yang menyebabkan jamur menjadi banyak).

Gejalanya: Jumlah keputihan yang banyak, berwarna putih dan kenyal, seperti keju lembut, gatal dan rasa panas di vagina.

Bagaimana penanganan keputihan saat hamil?

Infeksi keputihan jenis ketiga, harus diwaspadai ibu hamil karena jika dibiarkan dapat menyebabkan bayi lahir prematur, ketuban pecah dini atau gangguan pada berat badan bayi.

Karena keputihan saat hamil adalah sesuatu yang normal, maka hampir tidak mungkin untuk menghilangkan keputihan secara keseluruhan.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengurangi dan menekan pertumbuhan organisme pada saat keputihan dan mengembalikan vagina dalam kondisi sehat.

Jika Anda mengalami keputihan saat hamil yang tidak normal, seperti gejala di atas segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Namun secara umum Anda dapat mencegah infeksi keputihan saat hamil melalui beberapa cara berikut:

1. Jaga kesehatan, makan bergizi, cukup istirahat
2. Menjaga kebersihan area vagina dan menjaganya tetap kering
3. Gunakan celana dalam berbahan katun
4. Bersihkan vagina dari depan ke belakang

5. Hindari penggunaan pantyliner atau pembalut dengan pengharum
6.Gunakan obat-obatan seperlunya sesuai petunjuk
7. Jika sudah terkena infeksi hindari hubungan seksual hingga pengobatan selesai, jangan digaruk dan hindari penggunaan sabun apapun termasuk sabun mandi saat membersihkan vagina.

Bunda, semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang tengah hamil.

Loading...

Leave a Comment