Miris, Dari Jam 8 Pagi Hingga 10 Malam Dagangannya Belum Laku 1 Pun. Saat Diberi Uang “Jawaban” Bapak Ini Bikin Nyesek!

Dalam keadaan apapun kita harus mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan. Banyak kejadian-kejadian yang bisa kita jadikan pelajaran hidup. Seperti salah seorang bapak satu ini.

Seorang wanita bertemu dengan bapak ini di daerah Cikarang, Jakarta. Ia bertemu saat sudah larut malam. Bapak yang ia temui ini berjualan cobek sambel di pinggir jalan. Beliau mengatakan bahwa istrinya sudah meninggal dan anaknya di titip di tetangga saat ia akan bekerja.

Namun dirinya tak bisa pulang lantaran barang dagangannya yang belum satupun terjual. aku n Yulian June menceritakan kronologis pertemuannya dengan sang bapak. Beginilah kisahnya:



“ Assalamualaikum wr.wb..
Hari ini, saya mau sedikit bercerita tentang apa yang sudah saya alami. Kejadian ini saya rekam pada hari rabu sekitar jam 22.00 di depan kawasan Hyundai, Cikarang (pintu masuk dari arah cifest). Kenapa saya baru share hari ini karena kerja saya selalu pulang malam, sampai dirumah pun selalu larut malam juga, jadi nggak sempat untuk menulis ini.

Malam itu, saat saya sedang dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah, saya melewati jalur kawasan Hyundai. Dipinggir jalan ( samping halte pasar central ), tepatnya pintu masuk kws Hyundai saya melihat ada bapak2 yg sedang makan, sambil menunggu dagangannya.

Beliau berjualan ulekan+cobek (setau saya namanya ini) dengan 2 macam, yaitu bahan dari kayu dan dari batu. Dengan masing-masing harga satuannya batu 80rb, dan kayu 30rb. Saya sempat ngobrol banyak dengan beliau, saya sempat tanya siapa namanya tapi saya lupa asal bpk ini dari tasik, tapi tinggal di pasar central dengan membawa 1 anak kecil dari kampung, dan 2 anak lainnya ditinggal dikampung, istri sudah meninggal, dan beliau kesini merantau untuk berjualan.

Selama beliau bercerita, hampir semua yang beliau ceritakan adalah kisah hidup yang nyaris menyayat hati. Bagaimana tidak, dia berjualan dengan menitipkan anak di tetangga, beliau tidak setiap hari pulang, karna untuk pulang kerumah harus naik kendaraan umum dengan biaya 10rb. Ketika dia menyebutkan nominal, saya sedih.

Karna hanya 10rb saja dia nggak mampu. Dia lebih memilih untuk tidur di sekitar kws hyundai atau ejip, menahan dinginnya malam hanya dgn 1 lembar kain di badannya. Ketika saya tanya "knp bpk nggak bawa jaket?" Dia bilang dia nggak punya. ya Allah.. Nggak tau lagi seberapa parah kondisi keuangannya..

Beliau berjualan mulai dari jam 8 pagi, dan sampai jam 10 malam belum ada 1 pun dagangannya yg laku terjual, makanya si bapak memutuskan untuk nggak pulang dan terpaksa menginap di sekitar kawasan karna nggak ada ongkos buat pulang. Dan saya yakin, makanan yg bpk makan saat itu adalah makanan pemberian dari orang lain yg lewat situ juga.

Karna kalau dilihat, makanan itu bukan beliau beli dari warteg yang harganya sangat terjangkau, tapi dilihat dari wadahnya saja dari styrofoam, dengan lauk daging cincang, dan tumis kacang yg kalau dibeli sendiri bisa jadi harganya sama seperti ongkos si bpk utk pulang menemui anaknya. Saya nggak bisa cerita banyak, silahkan dilihat sendiri video nya.

Tp yg terpenting, tujuan saya membagikan video ini adalah, agar saya bisa dpt respon dr temen2 di sosmed. Belakangan saya sering melihat banyak orang yg sudah teringankan bebannya karna sosmed. Dan saya tahu bahwa banyak temen2 disini yg kerja di sekitar kws hyundai dan ejip.

Saya sangat mohon, utk kalian dpt meringankan bebannya, membantu beliau menghidupi anak2 nya. Kalau melihat si bpk, tolong berikan bantuan kpd beliau. Apapun itu, berapapun itu, saya sangat yakin itu sangat berharga buat beliau. Dan jika temen2 berkenan, silahkan bagikan video ini, agar banyak org yg tau, dan banyak jg yg membantu.

Dan 1 lg, saat saya kembali melewati jalan yg sama pd hari kamis sekitar pukul 23.00 saya msh melihat si bpk menggelar batu batu nya di pinggir jalan, yg pasti dgn harapan ada sedikit rezeki yg bisa ia dapat untuk hidupnya, untuk anaknya, untuk keluarganya, dan sepertinya benar beliau belum dpt uang dan beliau nggak pulang lagi buat menemui anaknya.

Dengan pakaian, handuk, dan celana yg sama malu, sangat malu dengan diri sendiri. Yg sering mengeluh kekurangan. Padahal banyak org yg mendapatkan uang kecil pun mereka bener2 susah. Alhamdulillah dpt pelajaran. Semoga ini berarti, semoga ini bisa jd cermin utk diri sendiri. Dan semoga kita semua selalu dilimpahkan rezeki yg halal, rezeki yg bermanfaat utk diri kita sendiri dan untuk orang lain. Aamiinn.. ”

Sumber: Facebook Yulian June

Loading...

Leave a Comment