Lama menghilang karena ditahan, tak ada yang mengira beginilah kabar Roro Fitria sekarang

Ingatkah anda beberapa waktu yang lalu, tepanya pada bulan Februari 2018, publik dikejutkan dengan kabar ditangkapnya Roro Fitria terkait penyalahgunaan narkoba. Tentu saja kabar ini langsung mengejutkan banyak pihak. Pasalnya Roro selain dikenal sebagai seorang publik figure, dirinya juga merupakan salah seorang Duta Anti Narkoba.

Loading...

Roro ditangkap oleh Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Rabu (14/2/2018). Ia telah ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan memesan narkotika berjenis sabu kepada seorang pria berinisial WH. Atas kasus ini, Roro Fitria dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Setelah menangkap Roro, pihak Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah menetapkannya sebagai tersangka atas kepemilikan 2,4 gram sabu. Melalui hasil pemeriksaan, Roro juga terbukti memesan sabu dari WH yang ditangkap lebih dulu di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat pada 14 Februari 2018.

Sejak penangkapan hingga kini, Roro Fitria harus mendekam di sel tahanan. Ia kini harus tinggal di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, sebelumnya sesaat usai ditangkap dan Roro harus mendekam di tahanan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Terkait kasus yang menimpanya ini, Roro pun sudah beberapa kali menjalani persidangan. Pada Kamis, 28 Juni 2018 lalu, Roro menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan tersebut, JPU mendakwa Roro dengan tiga pasal sekaligus. Yang pertama adalah Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian, Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Setelah menjalani sidang perdananya pada akhir Juni 2018, Roro pun kembali menjalani persidangan pada tanggal 5 Juli 2018 lalu. Sidang tersebut dijadwalkan dengan agenda eksepsi atau nota keberatan dari pihak terdakwa. Namun, lantaran tim kuasa hukum urung mengajukan keberatan, sidang kasus narkoba Roro Fitria dilanjutkan pekan depan, 12 Juli 2018.

Sidang pada tanggal 12 Juli 2018 itupun ditunda kembali dengan alasan ketidakhadiran saksi. Setelah itu sidang kembali digelar pada tanggal 24 Juli 2018 lalu. Pada sidang tersebut mengagendakan tentang pemeriksaan saksi.

Pada tanggal 26 Juli 2018 sidang lanjutan kembali digelar, namun sayang pada waktu itu, pihak JPU justru tidak hadir. Dan sidang kasus Narkoba yang melibatkan Roro pun harus digelar pada tanggal 2 Agustus 2018.

Pada, 2 Agustus 2018 lalu, Roro pun kembali menjalani persidangan. Dalam persidangan itu, Roro menyampaikan bahwa dirinya sangat menyesal dengan kejadian yang menimpanya itu. Dan pada Kamis (30/8/2018) kemarin, Roro pun kembali menjalani persidangan. Dalam sidang tersebut Roro mengatakan dirinya merasa sangat kecewa lantaran sang ibunda, Raden Retno Winingsih, ditolak oleh majelis hakim untuk menjadi saksi yang bisa meringankan terdakwa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang yang seharusnya beragendakan keterangan saksi dari pihak Roro. Hal itu dikarenakan yang menjadi saksi adalah ibunda Roro sendiri. Sebelumnya, ketua majelis hakim, Irwan, mengatakan bahwa Retno tidak boleh menjadi saksi karena selalu hadir dalam setiap sidang Roro.

"Kalau dia mau jadi saksi jangan duduk di sini. Saya lihat setiap persidangan ada di sini. Atau mau saya beri kesempatan yang lain? Jadi saksi itu enggak boleh ada di persidangan sebelumnya. Walaupun diam saja saya yakin dia dengar," ujarnya.

"Setiap persidangan ibu ini ada di sini. Ada saksi yang lainnya?" kata Irwan.

Usai sidangnya dinyatakan ditunda oleh hakim, Roro pun meninggalkan ruangan. Dan disaat yang sama Roro berujar bahwa dirinya sudah tak kuat lagi tinggal di dalam penjara.

"Saya sudah enggak kuat hidup di penjara," kata Roro sambil berjalan keluar dari ruang persidangan.

Ia pun nampak tak kuasa membendung air matanya seusai menjalani persidangan lanjutan kasus narkoba yang menjeratnya itu ditunda oleh majelis hakim. Dan hal tersebut membuat dirinya harus lebih lama lagi menantikan vonis dari hakim atas perbuatan yang sudah ia lakukan.

Semoga Roro kuat dan tabah dalam menjalani proses hukuman ini.

Sumber : merdeka.co.id

 

Loading...

Leave a Comment