Inilah Penyebab Cacingan pada Anak

Cacingan adalah parasit yang hidup di organisme lain. Cacingan  merupakan salah satu masalah yang sering dialami anak-anak. Prof. Dr. TjandraYoga Aditama, Sp. P(K) mengungkapkan prevalensi kecacingan masih tinggi dan tersebar luas baik di perkotaan ataupun di pedesaan. Berdasarkan surveyi 1986-1991 tingkat kecacingan pada anak sekolah dasar sekitar 60-80%. Padahal menurut Dr. Hani Hendarman Supandji, SPA, cacingan sangat mempengaruhi prestasi anak.
 
Cacingan biasanya disebabkan karena kurangnya kesadaran akan kebersihan diri sendiri ataupun kebersihan lingkungan. Ketika anak-anak bermain kotor-kotoran bisa saja ada larva cacing yang tertelan masuk dalam tubuh dan menginfeksi organ tubuh yang disinggahi. Organ-organ yang sering disinggahi seperti saluran pencernaan, usus, kulit, otot, dan paru-paru. Dari beberapa jenis cacing seperti cacing pita, cacing kremi dan cacing gelang maka cacing kremilah yang sering menyerang anak-anak. 
 
Cacing kremi berukuran sangat kecil, berwarna pucat, dan dapat menginfeksi organ usus anak. Telur cacing kremi dapat  bertahan di kulit anak selama berjam-jam dan dapat bertahan hidup selama tiga minggu pada pakaian, mainan dan tempat tidur. Jika jari yang ada telur cacing tersebut masuk ke dalam mulut anak, maka telur cacing akan ikut masuk ke dalam tubuh. Berikut ini adalah jenis-jenis cacing yang biasanya menyerang tubuh manusia khusunya anak-anak dan menjadi penyebab cacingan.
  
  

Penyebab Anak Cacingan

Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)
Cacing gelang dewasa berukruan 10-30 cm, dengan tebal sebesar pensil dan dapat hidup hingga 2 tahun. cacing ini menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi telurnya. Seekor cacing betina dapat memproduksi hingga 240.000 telur dalam sehari, yang kemudian dibuang ke dalam tinja dan menetas di dalam tanah.  Ketika telur cacing
 
tertelan anak dan memasuki usus, maka telur akan menetas menjadi larva. Lalu larva akan menyebar hingga ke paru-paru dan aliran darah. Ini menyebabkan anak batuk-batuk, bahkan bila anak terkena infeksi cacing gelang yang parah maka akan menyebabkan lesu dan perut buncit.
 
Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Cacing kremi hanya menginfeksi manusia saja. Telur kremi dapat menempel pada tangan melalui kotoran manusia. Ketika tangan anak yang tercemar cacing kremi masuk ke dalam mulut anak, telur dapat masuk ke dalam tubuh, menetas dalam usus kecil dan bergerak  ke usus besar. Di sana cacing  kremi melekat pada dinding usus dan makan. Ketika akan bertelur, cacing pindah dan bertelur di sekitar anus.  Tanda-tanda seorang anak terinfeksi cacing kremi adalah adanya rasa gatal pada anus yang sering terjadi di malam hari. Cacing kremi dewasa dapat dilihat dengan mata telanjang, dengan ukuran 3-10mm. Cacing ini dapat bertahan hidup 3 minggu. Anak anda dapat tertular cacing kremi dari pakaian, mainan, atau benda lainnya yang tercemari cacing kremi.
 
Cacing Tambang  (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus)
Cacing tambang biasanya menginfeksi manusia dan juga mamalia. Cacing ini adalah cacing pemakan darah yang biasanya melekatkan diri dengan mulut mereka pada dinding usus. Cacing betina yang berusia 5 bulan sudah bisa menetaskan telur lewat kotoran. Jika kotoran jatuh ke tanah dan cuaca hangat, maka telur akan menetas menjadi larva dalam waktu 2 hari. Cacing ini dapat menginfeksi manusia dengan masuk melalui kulit kaki, maka itu penting untuk menjaga kesehatan kaki. Setelah menembus kaki maka cacing ini akan masuk paru-paru melalui aliran darah. Gejala infeksi cacing ini adalah diare, mual, sakit perut, dan anemia.
 
Dapat diambil kesimpulan penyebab cacingan pada anak adalah bila anak tidak bisa menjaga kebersihan dirinya dan lingkungan sekitarnya. Sebagai orang tua, anda harus selalu memperhatikan kebersihan jasmani anak anda, kerbersihan lingkungan, serta perhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi anak anda. Ajarilah selalu anak anda tentang hidup sehat dan bagaimana menjaga kebersihan. 
Loading...

Leave a Comment