Heboh Penumpang Dapat Perlakuan Tak Pantas Dari Driver dan Dipaksa Kasih Bintang 5, Perusahaan Akhirnya Beri Tanggapan Soal ini

Belakangan publik dihebohkan dengan kabar oknum driver Grab yang melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya.

Loading...

Kabar itu pun santer beredar di media sosial yang akhirnya menjadi viral dan jadi bahan perbincangan banyak orang.

Dalam screenshoot percakapan yang beredar, penumpang tersebut menceritakan kalau ia mengaku dicium oleh driver Grab dan dipaksa untuk memberinya rating bintang lima.

Cerita itu sendiri menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Twitter ANO, @qitmr pada Minggu (7/10) lalu.

Tidak diketahui siapa penumpang yang dimaksud, akan tetapi dilampirkan cerita perjalanan dengan pengemudi bernama Vickich Anrio Sugiarto dengan plat nomor B 315 LAH.

“Ini drivermu @GrabID lagi, kemarin drivermu juga. Ada apa ini sebenernya? Rekrut ngawur atau apa, jangan minta dm kronologi dll lagi, tolong itu manajemen kalian seriusin hal2 seperti ini. Jangan sampe orang jadi males pake grab karena drivernya banyak yang seperti ini”, tulis ANO.

Menanggapi hal itu, pihak Grab pun berterimakasih kepada yang telah melaporkan informasi ini. Selain itu, Grab juga melakukan investigasi terhadap drivernya dan telah memberi sanksi kepada yang bersangkutan.

“Selanjutnya, kami juga sudah menjelaskan bahwa mitra pengemudi yang bersangkutan telah bersedia dipertemukan dengan penumpang untuk memberikan penjelasan secara langsung dan menawarkan proses mediasi antara kedua belah pihak.

Tetapi hingga saat ini, penumpang yang bersangkutan masih menolak untuk bertemu, walaupun sudah menerima penjelasan dengan baik dari pihak kami”, tulis Grab.

Tapi rupanya upaya Grab untuk mempertemukan korban dengan driver menuai kritikan dari netizen, bahkan mereka memprotes dengan membuat tagar #deleteGrab.

Dilansir dari Kompas.com, Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia membantah kalau pihaknya telah mempertemukan korban dan pelaku.

Ridzki juga mengatakan kalau pertemuan korban dengan sang driver hanya salah satu alternatif saja.

Menurutnya, klarifikasi terpisah merupakan prosedur standar Grab. Klarifikasi terpisah ini bertujuan untuk melindungi privasi penumpang maupun pengemudinya.

 

Sumber : rancahpost

Loading...

Leave a Comment