Gempa-Tsunami Palu, Siapa Sangka Ternyata Roy Kiyoshi Pernah Ramalkan Bencana Dahsyat Indonesia di Awal 2018

Selama ini Roy Kiyoshi dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya (indra keenam)

Roy terlahir sebagai seorang indigo yang mampu melihat makhluk gaib hingga masa depan seseorang atau dirinya sendiri.

Gempa tsunami yang melanda Palu kemarin Jumat (28/9) pun mengingatkan kembali pada perkataan Roy Kiyoshi awal Januari 2018 lalu.

Melalui channel Youtube pribadinya, Roy Kiyoshi pernah meramalkan beberapa hal yang akan terjadi di Indonesia.

Mulai dari bidang politik, prestasi Indonesia di Asian Games, artis hiburan hingga bencana yang melanda tanah air.

Saat itu Roy Kiyoshi mengatakan bahwa akan ada bencana air besar di Indoensia yang membuat tubuh manusia meninggal berserakan.

"Untuk bencana alam di tahun 2018 saya melihat akan ada air besar yang membuat tekanan air itu menjadi potongan-potongan tubuh manusia berantakan," kata Roy Kiyoshi.

Ia juga mengatakan kalau banyak mayat manusia yang terendam air akan sulit ditemukan dengan cepat usai bencana berhenti.

"Jadi ada mayat di sana, ada mayat di situ dan aromanya seperti bau busuk karena terendam air dan tidak diketemukan berhari-hari dan jadinya bengkak," tuturnya

Roy Kiyoshi kembali menegaskan kalau bencana alam yang melanda Indonesia akan berkaitan dengan air pada saat itu.

"Saya melihat itu dari penglihatan saya, air, air, air, Jadi tahun 2018 itu berhubungan dengan air bencana alamnya," tegasnya.

Ramalan seorang indigo atau semacamnya memang belum tentu benar, termasuk Roy Kiyoshi yang meramal Indonesia akan dilanda bencana berkaitan dengan air.

Tetapi, bencana gempa tsunami yang melanda Palu kemarin Jumat (28/9) seolah membenarkan perkataan Roy Kiyoshi Januari 2018 lalu.

Gempa berkekuatan 7,4 SR berpusat di Donggala mengguncang hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Guncangan gempa yang kuat menimbulkan bencana tsunami yang menghantam Donggala, Palu hingga Mamuju.

Dari video detik-detik tsunami menerjang wilayah Palu terdengar teriakan dan panjatan doa orang sekitar yang ketakutan.

Sejumlah bangunan runtuh hingga rata dengan tanah lalu terseret air yang menuju daratan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kompas TV, setidaknya sudah ditemukan 80 orang tewas akibat gempa tsunami Palu.

Melansir dari Kompas.com, saksi mata juga menyebutkan banyak korban meninggal dunia mengambang di Pantai Talise, Kota Palu.

"Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut," kata Nining, warga Kelurahan Lolu Utara.

Nining juga menginformasikan kalau kondisi korban meninggal dunia akibat gempa tsunami Palu sangat memprihatinkan.

Jenazah mereka bercampur dengan puing-puing dan material yang runtuh berserakan.

Kawasan pantai Talise ini memang termasuk wilayah yang paling mengalami kerusakan parah akibat gempa tsunami Palu.

Hingga Sabtu (29/9) pagi ini tercatat sudah 91 kali gempa susulan mengguncang Sulawesi Tengah. 

Sumber : nakita

Loading...

Leave a Comment