Gawat! Gigi Anak Rusak Gara-gara Bunda Tidak Mengetahui Hal Ini

Karies gigi merupakan penyakit pada gigi yang dapat merusak struktur gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang, karies gigi telah dikenal sejak dahulu sebagai penyakit yang bisa terjadi dimana saja dan pada siapa saja. Karies gigi menyebabkan gigi ngilu, nyeri, sakit gigi dan berujung pada penanggalan gigi.

Penyebab utama gigi yang tidak terawat adalah ketidak mampuan anak untuk merawat giginya dengan baik. Bila pembersihan gigi tidak optimal, pada gigi akan terbentuk plak (lapisan film berwarna putih kekuningan) yang mengandung bakteri yang tinggi. Bakteri ini mampu memfermentasi karbohidrat (terutama gula) sehingga menyebabkan suasana mulut asam dan permukaan gigi terkikis. Akibatnya? Terbentuklah lubang pada gigi.

Karies gigi yang dini akan tampak seperti bercak-bercak putih keruh pada gigi. Bila terus berkembang, akan mulai terbentuk lubang dengan warna kekuningan, cokelat atau kehitaman. Kalau dibiarkan, struktur gigi akan semakin rusak dan bisa disertai rasa sakit dan bengkak pada gusi.

Kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak secara keseluruhan. Jika tidak segera diobati, gigi yang berlubang dan sakit akan menyebabkan anak susah mengunyah dan mengurangi asupan makanan anak, sehingga berat badannya akan turun atau tidak bertambah. Lubang gigi yang parah dapat menyebabkan abses pada gigi susu dan infeksinya dapat menyebar kemana-mana. Oleh karena itu sebagai orang tua, penting bagi anda untuk memberikan pengawasan dan juga melakukan hal-hal yang bisa mencegah karies gigi pada anak.

 
Berikut penyebab utama karies gigi pada balita:

1   Kurang Asupan ASI
Bayi yang kurang asupan ASI memiliki struktur gigi yang mudah rusak dan lapuk bahkan masalah ini akan dibawa nya hingga ia dewasa nantinya. Maka dari itu berikan ASI pada bayi, minimal sampai usia 6 bulan. Namun jika memungkinkan berilah anak anda ASI minimal sampai berumur 9 bulan atau sampai ia berumur 1 tahun, agar bayi anda benar benar mendapat ASI ekslusif secara cukup untuk bekal ia tumbuh besar.

 2  Awasi Dot Bayi
Dot tabung susu bayi memang bisa menjadi kebiasaan mengasikkan bagi bayi bahkan jika sudah terbiasa anak akan nangis ketika diambil dot nya, nah disini penting bagi anda untuk mengawasi anak saat minum susu menggunakan dot susu nya, ketika susu sudah habis sebaiknya segara ambil tabung susu nya jangan biarkan anak terlalu lama menggigit dot susu bayi apalagi sampai di bawa tidur. Kebiasaan ini merupakan salah satu penyebab karies gigi dini pada anak.

 3  Jangan Terlalu Lama Minum susu dengan dot
Ketika anak anda sudah berumur 1 tahun lebih maka segara ganti tempat minum nya dengan menggunakan cup, terlalu lama menggunakan dot susu atau bahkan sampai berumur 2 atau 3 tahun dapat merusak dan menyebabkan masalah pada gigi anak di kemudian hari.

 4  Pola Makan Bayi
Salah satu penyebab karies gigi pada balita adalah mengkonsumsi makanan manisan yang berlebihan sehingga merusak gigi dengan cepat. Perhatikan makanan yang di makan oleh anak anda, dan kontrol makanan yang manis manis seperti permen, coklat, es, agar jangan berlebihan. Berikan secukupnya dan jangan menjadi kebiasaan anak mengkonsumsi makanan yang dapat merusak gigi tersebut.

5   Jarang menggosok gigi
Salah satu penyebab yang menyebabkan karies gigi adalah kebiasaan menggosok gigi yang jarang dilakukan sejak dini, sehingga gigi anak mudah berlubang dan sakit. Maka dari itu sejak anak berumur 1 tahun sebaiknya mulailah ajarkan anak menggosok gigi. Untuk pertama kali ajarkan anak menggososk gigi tanpa menggunakan pasta gigi, namun jika anda sudah pandai meludah dan terbiasa menggosok gigi barulah berikan pasta gigi khusus bayi dengan ukuran tidak lebih dari biji jagung.
 
Kontak antara mulut bayi, dot, makanan/minuman bayi dengan mulut bunda/ pengasuh
Hal ini dapat menyebabkan transmisi bakteri ke dalam mulut bayi,terutama bila ibu/pengasuh memiliki karies gigi yang belum dirawat atau ditambal. Penelitian menyebutkan pada gigi karies yang belum dirawat terdapat lebih banyak bakteri daripada gigi sehat.
 
 7  Pasta gigi yang mengandung flouride
Hindari sikat gigi yang berflouride sebab anak-anak belum cocok untuk menggunakan kandungan pasta gigi yang seperti itu. Alih-alih membuat gigi anak sehat, malah gigi anak akan lebih cepat rapuh.
 
Tips untuk Bunda?
Mulailah bersihkan gigi anak begitu gigi susunya telah tumbuh. Lalu, gigi perlu disikat sebanyak 2 kali sehari selama 2 menit, dan perlu dilakukan oleh orang tua sampai anak berusia 6 - 7 tahun.
Juga, jangan biasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman manis dan mengandung kadar gula yang tinggi saat ingin tidur, sebab saat tidur proses karies akan lebih cepat. Berikan anak air putih biasa, TANPA gula, setelah minum susu.
Selain itu, anak perlu menghentikan kebiasaan minum susu dari botol setelah usia 1 tahun. Apa lagi? Setelah sikat gigi malam hari, pastikan anak tidak makan atau minum lagi selain air putih.
 
Nah, mudah bukan untuk mencegah gigi berlubang pada anak? Yuk kita terapkan pada si kecil supaya memiliki gigi yang sehat dan kuat, Bunda pun ikut senang.
Loading...

Leave a Comment


Loading...