Bukan hanya Haringga Sirla, Ternyata 6 orang ini sudah jadi korban rivalitas Persib dan Persija yang mengenaskan

Kepergian Haringga Sirla memang menyisakan duka yang mendalam untuk keluarga, sahabat dan kerabatnya. Bukan hanya mereka tapi seluruh masyarakat Indonesia dibuat sedih dan kecewa dengan apa yang dialami oleh pria 23 tahun tersebut. Kejadian ini benar-benar telah mencoreng persepakbolaan nasional.

Haringga dikeroyok demikian rupa hingga akhirnya ia meninggal dunia. Ia bukan hanya dipukul dengan tangan kosong, tapi Haringga juga mendapatkan pukulan menggunakan benda tajam, besi, balok kayo bahkan helm. Tak hanya dipukuli, tapi Haringga juga ditendang dan diinjak oleh oknum Bobotoh atau suporter Persib Bandung.

Keinginannya untuk menonton pertandingan klub kesayangannya Persija Jakarta melawan Persib Bandung justru menjadi jalan dirinya meregang nyawa. Seperti yang diketahui, pada saat Haringga dikeroyok ia sedang akan menyaksikan pertandingan Persija dan Persib di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ia dikeroyok sesaat sebelum pertandingan di mulai.

Sebelum Haringga ada 6 suporter yang meninggal karena rivalitas Persija dan Persib
Bukan hanya Haringga, ternyata sebelum pria asal Cengkareng, Jakarta Barat tersebut menjadi korban rivalitas The Jakmania (suporter Persija Jakarta) dan Bobotoh/ Viking (suporter Persib Bandung) sudah ada korban lainnya. Mereka pun mengalami peristiwa yang sangat nahas hingga meninggal dalam kondisi yang mengenaskan.

Sebuah akun instagram @pengamatsepakbola memposting foto-foto korban rivalitas The Jakmania dan Bobotoh. Memang sangat disayangkan, karena seharusnya sepak bola menjadi pemersatu bangsa, ini justru menjadi tempat bagi sebagian orang dengan sifatnya yang brutal hingga tak segan menghilangkan nyawa orang lain yang mereka anggap musuh.

Selain Haringga ada 6 orang yang terlebih dulu menjadi korban. Mereka berasal dan The Jakmania dan juga dari Bobotoh. Dan kebanyakan dari mereka tewas karena pengeroyokan oknum-oknum suporter yang sangat keji.

1. Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, (Bobotoh)

Yang pertama kali menjadi korban rivalitas Persija dan Persib adalah Rangga Cipta Nugraha yang kala itu berusia 22 tahun. Rangga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum suporter sepak bola usai laga Persija kontra Persib di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (27/5/2012). Anggota Viking Persib Fans Club ini tewas usai mengalami pengeroyokan.

Diketahui pada saat itu Rangga menyaksikan laga Persija lawan Persib di GBK bersama temannya Yoga, warga Depok. Keduanya berangkat dari kosan Rangga yang berada di kawasan Cawang. Rangga sendiri kala itu memang bekerja di Jakarta. Rangga dan Yoga menjadi korban pengeroyokan. Rangga meninggal sedangkan Yoga selamat.

2. Lazuardi, 29 tahun (Bobotoh)

Seorang pria bernama Lazuardi saat itu diketahui tengah menonton pertandingan Persija vs Persib di Gelora Bung Karno (GBK). Saat itu seluruh The Jackmania menyorakan kemenangan sementara klub kesayangannya di tribun penonton.

Namun, siapa yang menyangka ada satu orang pemuda yang tampak tak senada dengan apa yang dilakukan oleh The Jackmania. Ia terlihat biasa saja saat Persija unggul 2-1 atas Persib.

Sontak saja, sikap Lazuardi itu membuat penonton heran. Namun, ketika Lazuardi menggaruk-garukkan badannya barulah diketahui jika dia adalah Bobotoh. Ya, ternyata Lazuardi mengenakan syal berwarna biru dan bertuliskan 'Viking'. Salah seorang penonton pun kemudian meneriaki Lazuardi dengan sebutan 'Viking' dan sontak saja mendengar teriakan itu, penonton lainnya menghampirinya dan berupaya untuk memukulinya.

Melihat reaksi para The Jackmania, Lazuardi pun tak tinggaldiam. Dia lantas turun dan keluar dari stadion untuk melarikan diri. Namun, sayangnya upaya Lazuardi tak membuahkan hasil. Ia pun berhasil ditangkap oleh segerombolan oknum The Jackmania.

Lazuardi pun kemudian dikeroyok dan dipukuli hingga tewas. Peristiwa yang menewaskan Lazuardi itu terjadi pada tahun 2012 lalu tepatnya pada 27 Mei 2012.

3. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)

Korban berikutnya diketahui bernama Dani Maulana yang masih berusia 17 tahun. Dani menjadi korban di hari yang sama dengan Lazuardi dan Rangga meninggal. Dani meninggal setelah ia dilarikan dan mendapat perawatan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun karena kondisinya sangat kritis, nyawa Dani pun tak terselamatkan.

Awalnya keluarga Dani curiga karena pemuda itu tak kunjung pulang setelah menonton pertandingan Persija kontra Persib. Dani sendiri ternyata adalah warga Bekasi. Dani meninggal tepat di tanggal 27 Mei 2012 lalu berbarengan dengan korban sebelumnya yakni Rangga dan Lazuardi.

4. Gilang, 24 (The Jakmania Pekalongan)

Selanjutnya yang menjadi korban adalah Gilang yang kala itu berusia 24 tahun. Gilang tewas bukan karena bentrokan atau dikeroyok. Namun, pria asal Pekalongan itu berpulang setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Gilang tewas pada 6 November 2016 lalu.

5. Harun Al Rasyid Lestaluhu atau Bang Ambon, 30 (The Jakmania Kali Malang)

Korban selanjutnya adalah Harun Al Rasyid Lestaluhu atau yang biasa disapa Bang Ambon. Ambon adalah The Jackmania Korwil Kalimalang. Ia dilaporkan meregang nyawa saat terjadi bentrokan antara rombongan Persija yang hendak pulang ke Jakarta dari Solo, dengan warga Lungbenda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada 6 November 2016 lalu.

Kejadian itu sendiri terjadi saat rombongan Jakmania memasuki KM 188 Jalan Tol Palimanan. Kematian Rasyid yang akrab disapa Bang Ambon itu pun semakin menambah anggota Jakmania yang meninggal dunia pasca pertandingan antara Persija dan Persib Bandung. Terlebih sebelum Ambon meninggal, dua rekan sesama The Jackmania yakni Gilang dan Didi (asal Nganjuk) juga dikabarkan meninggal usai menyaksikan laga sengit antara Persija dan Persib.

6. Ricko Andrean (Bobotoh)

Korban keenam adalah Ricko Andrean Maulana yang merupakan pendukung setia Persib Bandung. Pria yang dikenal dengan sebutan bule itu merupakan korban salah sasaran oleh suporter sepakbola saat menonton pertandingan Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 22 Juli 2017 lalu.

Saat itu almarhum Ricko duduk di area Tribun Utara karena merasa lapar maka ia dan temannya membeli makan. Sebelum makan, Ricko yang saat itu merasa gerah memutuskan untuk membuka baju viking yang ia kenakan. Saat sedang makan, ada keributan yang diduga The Jakmania dipukuli oleh oknum suporter Bobotoh. Tempatnya di tribun yang sama tapi di pojok atas tempat almarhum duduk.

Merasa penasaran Ricko spontan lari dan ingin melihat sumber asal keramaian tersebut. Ketika ia menghampiri sumber keributan, target pemukulan oknum yang di duga The Jakmania bersembunyi di balik badannya. Namun naas, Almarhum Ricko yang saat itu tidak mengenakan atribut Persib, justru diduga anggota The Jackmania dan menjadi korban emosi oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebelum dipukuli, Ricko ternyata sempat menunjukan KTPnya yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat.

"Sebelum dipukuli dia nunjukin KTP dan bilang "aing orang Bandung, Aing orang Bandung," ujar Susilawati, kakak Ricko.

Namun saking banyaknya massa yang emosi, pembelaan yang ia berikan pun sia sia. Dia dipukuli dan menjadi bulan bulanan suporter hingga akhirnya babak belur dan tak sadarkan diri. Beberapa teman Ricko yang sedang makan tidak tahu jika almarhum lari menuju sumber keributan. Ketika sadar ada ribut di atas barulah mereka tahu jika temannya Almarhum Ricko menjadi korban pemukulan.

Saat itulah temannya berlarian membantu almarhum, namun karena massa yang banyak Ricko sudah tak berdaya hingga akhirnya di bawa ke Rumah Sakit AMC Cileunyi dan dipindahkan ke Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung. Setelah menjalani perawatan intensif selama 5 hari di rumah sakit, Ricko menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis(27/7/2017) sekira pukul 10.10 WIB.


 


Postingan @pengamatsepakbola

Dan berikut postingan akun instagram @pengamatsepakbola, mengenai daftar suporter yang meninggal akibat rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta.

"KORBAN
Rivalitas salah kaprah antara Bobotoh dan Jakmania terus menerus memakan korban. Haringga Sirila menjadi korban ke-7 karena rivalitas antara 2 suporter ini

Berikut korban2 rivalitas antara suporter Persija dan Persib
1. Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, (Bobotoh)
27-05-2012:Tusukan senjata tajam

2. Lazuardi, 29 tahun (Bobotoh)
27-05-2012: Pengeroyokan

3. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh)
27-05-2012: Pengeroyokan

4. Gilang, 24 (The Jakmania Pekalongan)
06-11-2016: Jatuh dari kendaraan

5. Harun Al Rasyid Lestaluhu Ambon, 30 (The Jakmania Kali Malang)
06-11-2016:Pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon

6. Ricko Andrean (Bobotoh)
27-07-2017: Pengeroyokan

7. Haringga Sirilla (Jakmania)
23-9-2018: Tewas sikeroyok

Menurut koordinator SOS, @akmalmarhali, Kasus kematian suporter menjadi masalah serius sepakbola Indonesia. Sayangnya, hal ini tidak mendapatkan perhatian khusus dari pssi, pihak klub, dan pihak keamanan

Nyawa sangat murah di sepakbola Indonesia. Tak pernah ada penyelesaian baik secara hukum sepakbola maupun hukum kriminalitas secara tuntas. Akhirnya, dianggap "membunuh" menjadi hal biasa di sepakbola infonesia. Karena tidak ada antisipasi dan penanganan kasus secara serius dan tuntas

PSSI dan Pemerintah harus tegas dalam memberikan sanksi terhadap aktivitas sepakbola yang menyebabkan tumbal nyawa

Selama ini pengusutan terhadap tewasnya suporter tak pernah tuntas. Hanya lip service setelah itu hilang ditelan bumi.” “Sepak bola itu bukan tempat mempertontonkan kekuatan, bukan medan pertempuran, bukan kuburan untuk korban yang berjatuhan. Sepak bola adalah hiburan. Panggung mengekspresikan kegembiraan. Tempat meluapkan kebahagiaan

SOS juga meminta #PSSI dan Pemerintah (dalam hal ini Kemenpora), melakukan evaluasi total terhadap kompetisi yang sedang berjalan. Masyarakat hanya ingin hiburan dan sepak bola (yang memberi) prestasi, bukan sejumlah perilaku barbat yang akhirnya menyulut emosi dan mengorbankan nyawa

Damailah Jakmania dan Bobotoh dan juga seluruh suporter Indonesia," tulis akun tersebut.

Sumber : planet merdeka

 

Loading...

Leave a Comment