Banyak Ayah Sayang Anak, Tapi Tak Bisa Mengungkapkannya

Adakah anak yang tidak suka akan sosok ayahnya, karena mungkin sifatnya yang keras?
Ayah yang diam dimata beberapa anak.
Ayah yang didiskripsikan seperti rasa-rasa kopi dalam sebuah buku “the cup of coffee, i love you dad”.
Tahukah dibalik semua itu ada apa saja?

Siapa saja bisa jadi seorang Ayah. Namun, bagaimana bisa jadi seorang Ayah yang baik untuk anak-anaknya? Ketidaktahuan Ayah tentang bagaimana mengasuh anak membuat hadirnya jurang antara ayah dan anak. Akibatnya sang anak pun memiliki rasa 'lapar' akan pengasuhan ayah atau father hunger, ungkap Irwan Rinaldi, seorang pakar pengasuhan dan penggiat peran ayah.

Ayah yang baik akan sangat mempengaruhi kehidupan anaknya kelak. Sosok Ayah merupakan pembibing yang menjadi pilar atas kekuatan, dukungan, dan disiplin dalam kehidupan anak-anaknya.

Dari tahun ke tahun, para peneliti umumnya mengira bahwa perkembangan emosional anak bergantung pada peran seorang ibu sebagai orang tuanya saja. Tapi, dengan berbagai penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini, semakin terlihat bahwa peran seorang ayah dalam perkembangan anak juga sama pentingnya, terutama dalam hal sikap dan perilaku. Kasih sayang ayah bahkan berpengaruh pada masalah kecanduan narkoba, minum minuman beralkohol, atau masalah kesehatan mental anak saat dia dewasa.

Seperti dilansir Ask Men, Selasa (3/11/2015), menjadi seorang Ayah yang baik tidak semudah seperti kelihatannya. Berikut cara menjadi seorang Ayah yang baik untuk anak-anaknya.

1. Seorang Ayah memiliki kedisplinan yang baik
Seorang Ayah yang baik pasti cinta pada anak-anaknya, tetapi rasa cinta tersebut bisa jadi buah simalakama. Pasalnya, ketika sang anak berbuat kesalahan, sang Ayah tidak harus selalu membela, tetapi juga memberikan hukuman yang mendidik. Sudah pasti hal tersebut di mulai dari diri sendiri.

2. Menjadi seorang Ayah harus berpikiran terbuka
Zaman makin berkembang, dan lingkungan dapat membentuk seseorang jadi baik atau jahat. Di sinilah peran seorang Ayah yang membimbing anaknya untuk bisa diajak diskusi dengan pikiran terbuka. Pikiran terbuka akan membuat sang anak berani untuk berdiskusi perihal kehidupannya kepada Ayahnya dan menghindarkannya dari pengaruh buruk.

3. Seorang Ayah bisa mengajari anak untuk menghargai sesuatu
Seorang ayah yang baik tidak membiarkan anaknya untuk mengambil apa yang mereka mau begitu saja. Menghargai sesuatu dari proses adalah suatu hal yang harus seorang Ayah ajarkan kepada anaknya. Sang anak nantinya tidak akan mudah membuang atau melepas sesuatu saat terdidik untuk menghargai proses.

4. Seorang Ayah yang baik memberikan waktu berkualitas untuk anaknya
Seorang Ayah juga harus bisa merasakan kesenangan ketika bersama anaknya dan tidak hanya ketika bersama teman-temannya. Bermain games, menonton film bersama, atau memberikan dukungan ketika sang anak bertanding adalah satu bentuk waktu berkualitas yang diberikan Ayah kepada anaknya. Dengan begitu sang anak tidak merasa kehilangan sosok sang Ayah.

5. Seorang ayah harus bisa jadi contoh yang baik untuk anak
Sepertinya ini adalah bagian yang cukup sulit untuk sebagian orang, tetapi tak ada salahnya untuk mencoba. Menjadi seorang ayah yang baik memang perlu banyak pengorbanan tak hanya untuk anak-anaknya tetapi juga untuk dirinya. Sang anak akan meniru apa yang jadi kebiasaan ayahnya sehingga mulailah jadi contoh baik dari diri sendiri.

Dalam hal yang sederhana, kasih sayang Ayah bisa ditunjukkan pada si kecil melalui berbagai hal, seperti membantu Bunda merawat si kecil dan bermain bersama si kecil. Pembentukan kepribadian si kecil seperti menegurnya saat ia melakukan kesalahan serta mengajarkan kedisiplinan padanya juga merupakan hal yang membuat anak merasa diperhatikan.

Nah, sudahkah anda menjadi ayah yang berkualitas bagi anak?

Loading...

Leave a Comment


Loading...