Awas, Anak Kecanduan Game. Atasi Sebelum Terlambat!

Kemajuan teknologi telah menghasilkan aneka macam perangkat game yang disukai anak, mulai dari game konsol, game konsol portabel, game tab dan ada juga game online.

Game pun sesungguhnya memiliki dampak positif, yaitu melatih koordinasi antara tangan dan mata serta meningkatkan ketrampilan computing anak. Game juga membuat anak duduk tenang selama berjam-jam. Eitss, tapi jangan santai dulu Bunda, bukan berarti orangtua tidak perlu memasang "antena", bagaimana jika anak jadi kecanduan game ?

Bunda, mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut gejala kecanduan game pada anak agar Anda dapat mengambil tindakan yang diperlukan sedini mungkin.

1. Mengabaikan kebutuhan pokoknya

Jika anak Anda tak menghiraukan jam makan meski Anda telah menyiapkan masakan kesukaannya, Anda bisa saja berada dalam masalah.

Anak-anak yang mengalami kecanduan game cenderung mengabaikan kebutuhan pokok seperti makan, tidur dan minum air. Hal ini bahkan dapat berujung pada kematian, seperti yang dialami oleh Chris Stanifort. Pemuda Inggris berusia 20 tahun itu meninggal akibat pembekuan darah setelah berjam-jam duduk dan bermain Xbox dalam posisi yang sama.

2. Menarik diri dari pergaulan

Anak yang mengalami kecanduan game lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah dan tidak tertarik berkumpul dengan keluarga maupun bermain dengan teman-temannya.

Jadi ketika anak Anda mulai menjauhi kawan-kawannya atau mengacuhkan anggota keluarga lain karena ia sibuk bermain game, waspadalah!

3. Lupa mengerjakan PR dan tugas di rumah

Jika wali kelas anak Anda mengadukan ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan PR-nya, atau jika prestasi akademik dan nilai-nilainya menurun dan ia mengabaikan tugas-tugas rumah yang biasanya ia lakukan, mungkin ini saatnya Anda bertindak. Segera atasi kecanduan game anak sebelum terlambat.

Berdasarkan survey sekitar 65% para orang tua memberikan fasilitas games kepada anaknya yang berusia 3 hingga 5 tahun.  Fasilitas ini diberikan agar anaknya memainkan games.  Sekitar 36% orang tua memberikan fasilitas tersebut tanpa alasan yang jelas.  Memang betul games bisa memberikan efek positif untuk anak, namun perlu diingat juga bahwa games juga bisa memberikan sejuta efek negatif untuk perkembangan anak.

Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, antara lain berupa:

- Masalah sosialisasi

Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia), si praremaja bisa merasa canggung dan kurang nyaman kala datang kesempatan untuk bergaul dengan temannya.

- Masalah komunikasi

Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara. Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

- Mengikis empati

Seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak dan terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.

- Gangguan motorik

Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya. Risikonya, anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.

- Gangguan kesehatan

Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.

Memberikan fasilitas games kepada anak sah-sah saja untuk dilakukan.  Memberikan hiburan untuk anak juga baik untuk dilakukan.  Apalagi games juga memiliki dampak positif untuk anak.  Meskipun di sisi lain games juga bisa membahayakan untuk anak.  Perlu kebijakan orang tua agar anak tidak kecanduan games maupun permainan online.  Pilihlah permainan edukatif dan games yang mendidik anak.  

Berikut cara mengatasi anak jika sudah terjangkit kecanduan game:

1. Alihkan perhatiannya

Coba libatkan anak Anda dalam kegiatan olah raga atau kegiatan di luar sekolah yang pernah ia sukai sebelumnya. Jika ia nampak enggan atau tak menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan tersebut, katakan padanya bahwa ia baru boleh bermain game sesudah ia pergi les renang atau bermain bersama teman-temannya.

Cobalah luangkan lebih banyak waktu untuk anak, misalnya dengan mengajak mereka mengobrol sambil minum teh di sore hari atau mengajak mereka menghadiri acara arisan keluarga. Semakin sering Anda mengajak anak melakukan berbagai aktivitas dan bersosialisasi , semakin ia mengetahui bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan selain bermain game.

2. Tetapkan jadwal bermain

Anda juga bisa mengatasi kecanduan game pada anak dengan membatasi jam bermain mereka. Katakan padanya berapa jam yang dimilikinya untuk bermain.

Jika perlu letakkan sebuah alarm dekat komputer atau televisi agar ia tahu berapa menit yang tersisa untuk bermain. Katakan pada anak bahwa Anda akan mengurangi waktu bermain game di hari berikutnya jika ia bermain melebihi batas waktu.

Mungkin Anda akan menghadapi penolakan dan anak mengamuk ketika Anda menerapkan peraturan baru ini. Tetaplah tenang dan jangan sekali-kali berteriak atau merenggut paksa game konsol dari tangannya, karena hal itu akan membuat situasi makin memburuk.

3. Kunci dan amankan game dari jangkauan anak

Jika anak terus menunjukkan pemberontakannya dan nampak tak punya kesadaran untuk melakukan apa yang telah Anda putuskan demi kebaikannya, maka Anda dapat mengambil langkah terakhir.

Amankan atau sembunyikan perangkat game dari jangkauan anak hingga batas waktu yang menurut Anda tepat. Misalnya, satu atau dua minggu. Atau bisa juga Anda mengamankan perangkat game mereka pada hari-hari sekolah dan hanya mengeluarkannya pada akhir pekan atau hari libur.

Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak ketika mereka bermain, Bunda. Dan jangan gunakan games sebagai pengalih perhatian anak agar mereka tidak mengganggu Anda bekerja atau menyelesaikan pekerjaan rumah.

 

Menyembuhkan anak dari kecanduan game mungkin akan menyita banyak waktu dan perhatian Bunda. Namun dengan keyakinan dan cinta kasih pasti upaya Anda akan berhasil!

 

Loading...

Leave a Comment