Anak Penakut? Segera Rubah Kebiasaan Anda!

Ketakutan yang berlebihan, di samping akan menghambat proses perkembangan anak, juga berpontensi membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang selalu cemas, labil, lemah, dan tidak berani mencoba. Padahal, keberanian sangat diperlukan untuk sukses menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan masalah ini. Oleh karena itu, anak penakut harus mendapatkan bantuan untuk melawan ketakutan-ketakutan berlebihan yang mengganggu jiwanya.

Rasa takut sebenarnya merupakan hal yang normal. Rasa takut berguna membuat orang menjadi waspada dan berusaha melindungi diri dari hal-hal yang membahayakan dirinya.

Meskipun dapat merupakan hal yang wajar, orang tua perlu menyadari mengapa anaknya menjadi penakut. Terkadang sifat tersebut merupakan hasil dari pola pengasuhan orang tua.

Berikut penyebab anak menjadi penakut, antara lain :
1. Sering mendengarkan kisah atau dongeng yang menakutkan, misalnya tentang setan, jin, atau hantu.

2. Sering ditakut-takuti. Misalnya, ketika anak sulit tidur, ibunya menakut-nakutinya dengan mengatakan bahwa di luar sana sudah gelap dan di dalam gelap ada makhluk menyeramkan yang akan memangsa anak yang tidak mau tidur. Atau, ketika anak rewel, untuk mendiamkan anak, ibu mengancam akan membawa anak ke dokter biar disuntik.

3. Meniru sifat orangtuanya yang juga penakut.

4. Trauma akan sebuah kejadian di masa lalu. Misalnya, anak pernah jatuh saat memanjat pohon atau naik sepeda. Hal ini akan membuat anak selalu merasa ketakutan. Dia selalu menolak jika diminta untuk memanjat pohon atau naik sepeda.

5. Pola asuh atau perlakuan tidak menyenangkan dari orangtua. Misalnya, orangtua sering menghukum anak secara fisik, memberikan sanksi yang berat, marah dengan kata-kata yang menyakitkan, atau sering mengancam anak.

Rasa takut memang merupakan bagian dari perkembangan anak usia 2-3 tahun yang sehat. Tetapi sikap anak yang penakut dapat berkepanjangan dan cenderung tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri. Untuk itu orangtua harus jeli mengenali setiap jenis ketakutan anak, jangan lindungi berlebihan, dan atasi dengan bijak.

 

Berikut solusi untuk menghilangkan rasa takut anak:

1. Jangan pernah mentertawakan atau melecehkan rasa takut si kecil. Rasa takut adalah manusiawi, siapapun termasuk orang dewasa berhak untuk merasa kawatir atau takut pada sesuatu. Berusahalah untuk berempati dan membesarkan hatinya serta berusahalah untuk mencarikan solusinya.

2. Bantu si kecil untuk mengatasi rasa takutnya secara bertahap. Jika si kecil takut dengan kegelapan, nyalakan lampu tidur selama dia mau, bahkan kalau si kecil belum siap tidur dalam kegelapan, nyalakan lampu semalaman. Jika si buah hati takut dengan binatang tertentu seperti anjing, jelaskan bahwa ayah bunda akan melindungi dia dari binatang yang ia takuti.

3. Perbanyak aktifitas yang melibatkan orang dewasa atau anak lainnya. Hindari meninggalkan si kecil tanpa pemberitahuan. Jika bunda akan meninggalkan dia, informasikan kepadanya meski dia akan menangis. Katakan kepadanya kapan bunda akan kembali, jika memungkinkan berikan mainan kesayangan untuk mengalihkan perhatiannya.

4. Jangan pernah mengancam akan meninggalkan mereka. Bagi si kecil berpisah dengan ayah bundanya dapat menimbulkan ketakutan yang amat besar dan dapat memicu ketakutan dalam jangka panjang. Alih-alih mengancam akan meninggalkanya, seharusnya ayah bunda lebih meyakinkan si kecil bahwa ayah bunda akan selalu ada untuknya.

5. Hindari membicarakan rasa takut si kecil pada orang lain didepan mereka apa lagi jika disertai dengan nada mengolok-olok. Di usia ini, si buah hati sudah bisa merasakan malu atau marah karena menjadi bahan ceritaan yang menurutnya kurang bagus.

Rasa percaya diri dan keberanian berkembang secara bertahap, jika bunda mendapati si kecil suka cemas atau takut berlebih, hadapi mereka secara simpatik, bersabar, dan teruslah dorong untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya dirinya. Jangan berharap si buah hati berubah secara instant.

Biasanya perasaan takut tersebut akan berkurang bahkan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Lakukan upaya-upaya tersebut diatas untuk membantu si kecil dalam menanggulangi rasa takutnya, identifikasi sumber rasa takutnya kemudian carilah solusi terbaiknya.

Loading...

Leave a Comment