Ada-Ada Saja, Akhirnya Terjawab, Ke Mana Hilangnya Sosok Ayah Di Lukisan Kaleng Biskuit Khong Guan

Hari Raya Idul Fitri tinggal menunggu hitungan jam saja. Di momen ini, masyarakat berkesempatan menjalin silahturahmi dengan teman dan kerabat. Makanan pun disajikan untuk menyambut tamu yang berdatangan.

Tak hanya ketupat dan opor ayam, ada juga kue-kue lezat yang disajikan di ruang tamu. Salah satu yang kerap hadir adalah biskuit Khong Guan. Biskuit yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini selalu menemani

1. Khas Dengan Desain Kalengnya
Biskut ini terkenal dengan keunikan desain kalengnya. Didominasi warna merah dengan gambar sekeluarga tengah menikmati makan bersama. Nampak lukisan seorang ibu dengan dua orang anaknya tengah menikmati makan biskuit dengan teh. Namun pastinya tidak ada sosok qayah dalam lukisan tersebut. Biskuit Khong Guan sendiri berisi beragam jenis biskuit di dalamnya.

2. Pencipta Biskuit Khong Guan
Biskuit ini diciptakan oleh kakak beradik asal Tiongkok. Mereka berasal dari Fuanjin, Tiongkok yakni Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

3. Pembuat Lukisan Di Kaleng Khong Guan
Adalah Bernadus Prasodjo, pria yang membuat gambar di kaleng Khong Guan. Namun bukanlah Bernadus yang memiliki ide desain unik tersebut, ide ini sudah ada di perusahaan, ia tinggal mengubah dan mewarnai seperlunya.

4. Khong Guan Sejak Tahun 1947 Muncul di Indonesia Tahun 1971
Biskuit ini bukanlah asli dari Indonesia. Perusahaan biskuit ini berasal dari Singapura, berdiri sejak tahun 1947. Nama perusahaannya adalah Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited.

Di Indonesia, biskuit ini beredar pertama kali sejak tahun 1971. Di Indonesia berdiri Khong Guan Biscuit Factory Indonesia, pabrik untuk area Indonesia.

5.Ke Mana Sosok Ayah?
Dalam sebuah video di Youtube yang diunggah ANTARA News, Bernadus bercerita mengenai kisah di balik lukisan tersebut. Ia menuturkan jika pesanan gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film. ia mendapatkan contoh gambar dari sebuah majalah. Ia kemudian membuat gambar menurut potonngan contoh gambar yang diberikan. Tak banyak perbedaan.

"Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," kata Bernardus.

Ketika itu, ia mendapat contoh dari sebuah majalah. Potongan gambar itu terlihat lusuh. Ia mengikuti saja arahan yang diberikan pihak pemesan soal gambar yang diinginkan mereka.

Menurut Bernardus, gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan itu tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya.

"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," kata Bernadus

Soal ketidakhadiran sosok ayah, bernadus pun memberikan jawaban ini :

"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ," jawab Bernardus.

"Karena yang belanja ibunya kok," lanjut Bernadus.

6. Jadi Kode Intelejen Untuk Pasukan rahasia Rusia KGB
Dilansir dari akun Twitter @WOWFAKTA, istilah Khong Guan Biskuit digunakan intelijen Indonesia pada era 60an untuk menyebut KGB dinas rahasia Rusia.

7. Tak Hanya Di Indonesia
Biskuit ini ternyata tersebar ke banyak negara. Ada sekitar 40 negara yang bisa menemukan produk biskuit ini.

8. Spekulasi lain Soal Tak Adanya Si Ayah
Selain penjelasan dari Bernadus, mengenai absennya sang ayah untuk menjangkau pasar ibu-ibu. Absennya sosok ayah dikatakan lantaran sang ayahlah yang mengambil kamera dan mengabadikan momen makan sekeluarga istri dan dua anaknya. Si ayah baru pulang kerja dan disambut dengan sukacita oleh sang istri dan dua anaknya

Wah ternyata seperti itu alasannya. Bagaimana pendapat anda?

Sumber : planet Merdeka

Loading...

Leave a Comment